Mentalitas Perusak vs Bertanggung Jawab

Mentalitas Perusak vs Bertanggung Jawab

telepon-umum smallDalam sebuah kesempatan saya berdiri di dekat telepon umum yang ada di salah satu pusat keramaian di Jakarta. Ada 4 buah telepon umum di sana dan saya cukup kaget ternyata dari empat telepon umum terdapat tiga yang gagangnya putus dan hilang. Kemudian dengan rasa penasaran saya mencoba satu yang masih lengkap dan ternyata tidak ada suaranya alias rusak. Beginikah fasilitas umum yang ada di sekitar kita dan beginikah mentalitas kita saat ini ? Kemudian saya teringat dengan sebuah cerita sederhana dari seorang pemuka agama yang berhubungan dengan mentalitas perusak ini.

Pemuka Agama (PA) : Bapak/Ibu kalau seandainya anda memiliki seorang anak atau keponakan yang berusia 3-5 tahun yang sangat aktif dan setiap kali diberikan mainan yang baru maka dalam hitungan hari atau jam mainan tersebut langsung rusak karena diutak atik, dibongkar, dibanting dan dicopot oleh perilaku keaktifan atau kenakalan anak tersebut. Pertanyaan saya relakah Bapak/Ibu membelikan mainan yang bagus dan harganya mahal untuk anak atau keponakan anda tersebut ?

Bapak 1 : Tidak rela pak, sayang kalau dibelikan yang bagus dan mahal karena usia mainan tersebut tidak akan panjang.

Ibu 1 : Kalau saya ada kemungkinan akan saya belikan tapi saya akan berpikir sangat panjang untuk memutuskannya. Kalau ada pilihan lain maka saya kemungkinan besar akan membeli mainan yang harganya tidak terlalu mahal.

PA : Hampir semua orang akan menjawab tidak rela untuk membelikan yang bagus dan harganya mahal dan memutuskan untuk hanya membeli mainan yang biasa dengan harga yang murah saja. Toh kalau rusak tidak terlalu menyakitkan.

PA : Sekarang bagaimana halnya kalau anak tersebut sangat bertanggung jawab ? Setiap mainan yang diberikan kepadanya akan dirawat dan dijaga dengan baik olehnya. Apakah anda rela membelikan mainan yang lebih bagus dan mahal untuknya ?

Peserta : Sebagian besar menjawab, “Tentu rela kalau seperti itu kondisinya!”

PA : Itulah realitas yang terjadi dalam hidup ini sekarang kalau ilustrasi tersebut saya analogikan hubungan antara manusia dengan Tuhan dimana manusia itu seperti anak kecil tadi dan Tuhan sebagai orang tuanya. Bagaimana pendapat anda, apakah Tuhan rela memberikan kepada kita sesuatu yang bagus dan berharga kalau kita mempunyai mentalitas sebagai seorang perusak ?

Bapak 2 : Sepertinya tidak rela ya.

PA : Persis, lalu bagaimana kalau kita menjadi orang yang bertanggung jawab ?

Bapak 2 : Sepertinya akan sangat rela.

PA : Kalau demikian apakah anda semua sudah bertanggung jawab terhadap setiap hal kecil yang sudah Tuhan berikan kepada anda ? Sudahkan ada bertanggung jawab atas jabatan dan pekerjaan yang anda emban saat ini ? Kalau ya maka bersiap-siaplah anda akan mendapatkan jabatan atau pekerjaan baru yang jauh lebih baik dan berharga dari yang sudah anda dapatkan saat ini. Kalau belum marilah mulai saat ini kita menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang dipercayakan kepada kita.

Salam Prestasi,

Andreas Hartono
Mindset Motivator

Leave a Reply

Your email address will not be published.