Balada Tukang

Balada Tukang

tukang-parkir-smallArtikel kali ini saya tulis sebagai sebuah refleksi dalam kehidupan sehingga kita dapat memulai hidup baru yang lebih positif di Bulan Suci Ramadhan tahun 2010 ini.

Tukang Parkir
Pada suatu sore di sebuah tempat parkir sebuah mall terlihat seseorang bapak yang tampak marah dan mengeluh. Dia berkata kepada Tukang Parkir, “Bagaimana mall ini ? Mau dikunjungi tidak ? Cari parkir susah sekali sehingga saya harus memarkirkan mobil saya di ujung sana dan saya harus berjalan kaki menuju ke mall ini. Payah mall ini !”

Mendengar hal itu Tukang Parkir hanya meminta maaf dan dalam hatinya dia berkata “Mengapa Bapak ini begitu mengeluh karena parkirnya jauh ? Memang ketika parkir agak jauh maka dia harus berjalan kaki lebih jauh tetapi bukankah sebenarnya dengan berjalan kaki lebih jauh akan membuat dia semakin sehat ?”

Tukang Sayur
Pada suatu pagi seorang Ibu memanggil Tukang Sayur yang lewat di depan rumahnya.

Sang Ibu : Bang ada sayur apa saja ?
Tukang Sayur : Masih banyak Bu, silakan saja dipilih.

Kemudian Sang Ibu mulai melihat sayur-sayur yang dijual dan kemudian dia berkata :

Sang Ibu : Bang sayur kamu jelek semuanya sudah tampak tidak segar dan banyak lubang-lubang ulat. Abang ini bagaimana sih, niat jualan tidak ? Koq sayurnya jelek-jelek begini, saya tidak jadi beli deh.

Mendengar hal itu Tukang Sayur hanya menghela nafas dan diapun pergi meninggalkan Sang Ibu dan dalam hatinya dia berkata : “Mengapa Ibu itu mengeluh dan marah-marah ? Bukankah sayur yang saya jual ini lebih menyehatkan karena dengan adanya ulat di sayur menunjukkan bahwa sayur ini aman dari pestisida yang berbahaya bagi tubuh ? “

Tukang Ikan
Pada suatu pagi  di pasar yang ramai orang hilir mudik membeli kebutuhan dapur untuk lauk pauk. Terlihat Tukang Ikan menjajakkan dagangannya dan terdapat satu Tukang Ikan yang kurang banyak pengunjungnya padahal ikannya tampak masih segar. Terdengar dari para pembeli yang mengatakan : “Jangan beli sama dia karena jorok banyak lalat yang hinggap di dagangannya.” Dan tampak mereka membeli di Tukang Ikan yang bersih dan tidak banyak lalat di sekitarnya.

Mendengar hal itu Tukang Ikan hanya menghela nafas dan dia berkata dalam hatinya : “Mengapa banyak orang yang mengeluh dagangan ikannya kotor dan jorok ? Padahal bukankah ikan yang segar dan alami memang disukai oleh lalat dan lalat tentu tidak akan pernah mau hinggap di ikan yang diawetkan menggunakan bahan kima seperti formalin.”

-o-

Itulah balada para tukang dan ternyata selama ini kita lebih sering marah dan mengeluh kepada sesuatu yang sebenarnya baik untuk kehidupan kita ? Alamak (mengutip kata orang Malaysia) kalau terhadap sesuatu yang baik saja kita mengeluh bagaimana terhadap sesuatu yang tidak baik ?

Semoga di Bulan Suci Ramadhan tahun ini kita disadarkan untuk lebih banyak melihat sesuatu dari sudut pandang yang positif karena kita percaya di setiap kejadian dalam kehidupan kita memberikan begitu banyak hikmah positif yang sangat berarti bagi kita. Selamat menunaikan Ibadah Puasa.

Salam Prestasi,
Andreas Hartono
Mindset Motivator

Leave a Reply

Your email address will not be published.